Benderadan Lambang Negara Irlandia 3.2.1. Bendera Irlandia (Gambar Terlampir di Akhir Tulisan) Bendera nasional Republik memiliki bendera dengan relevansi tiga warna yaitu hijau, putih, dan orange. Tiga warna yang sejajar ini menggambarkan keadaan politik Irlandia semenjak dikibarkannya bendera Irlandia pada tahun 1848 hingga saat ini.
AGUSTUSadalah bulan kemerdekaan. Menjelang 17 Agustus, pedagang musiman mulai menjajakan bendera merah-putih di pinggiran jalan. Tak sedikit yang mau membeli. Sebab, sesuai UU No 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, setiap warga negara wajib mengibarkan bendera setiap peringatan Hari Kemerdekaan.
Inimenampilkan simbol CARICOM bersama dengan lambang nasional dan nama negara anggota, yang diterjemahkan dalam bahasa resmi CARICOM (Inggris, Prancis, Belanda). Negara anggota yang menggunakan desain umum adalah Antigua dan Barbuda , Barbados, Belize, Dominika, Grenada, Guyana, Jamaika, Saint Kitts and Nevis, Saint Lucia, Saint Vincent and
Vay Tiền Nhanh. Triwarna merah, putih dan biru adalah bendera nasional Belanda. Lambang Belanda digambarkan dengan seekor singa yang memegang panah dan pedang. Bendera Bendera Belanda berasal dari Perang 80 Tahun 1568-1648, perang kemerdekaan antara Belanda dan Spanyol. Propinsi-propinsi yang memberontak berjuang dengan memakai warna lambang Pangeran Oranye oranye, putih dan biru. Secara bertahap, warna oranye berubah menjadi warna merah. Pada 1937 warna bendera resmi Belanda ditetapkan menjadi merah, putih dan biru. Pada hari libur umum yang berkaitan dengan keluarga kerajaan, bendera dikibarkan bersama sehelai panji berwarna Negara Singa pada lambang kerajaan berasal dari lambang tertua Wangsa Nassau. Lambang Republik menggambarkan seekor singa sedang memegang panah dan pedang. Pedang melambangkan kekuasaan, sedangkan panah melambangkan propinsi.
Profil Negara Belanda Netherlands – Belanda adalah sebuah negara monarki konstitusional yang terletak di Benua Eropa, wilayahnya mencakup daratan di Benua Eropa Barat dan tiga pulau di kawasan Karibia. Negara yang dipimpin oleh seorang Raja ini memiliki luas wilayah sebesar km2 dan jumlah penduduk sebanyak jiwa pada tahun 2020. Etnis Belanda atau Dutch adalah etnis mayoritas di negara Belanda, bahasa resmi yang digunakannya adalah bahasa Belanda Dutch. Di daratan benua Eropa, Belanda berbatasan dengan Jerman di sebelah timur dan Belgia disebelah selatannya sedangkan di sebelah utaranya adalah Laut Utara North Sea. Baca juga Negara-negara di Benua Eropa beserta Ibukotanya. Di bidang perekonomian, Belanda merupakan salah satu negara maju di dunia dengan pendapatan perkapita sebesar US$ Aktivitas utama perekonomian Belanda adalah Industri pengolahan minyak, kimia, makanan dan produksi peralatan/mesin listrik serta produk-produk agrikultur. Pendapatan Domestik Bruto nomimal Belanda pada tahun 2017 adalah sebesar US$ 924,4 miliar dengan pertumbuhan ekonominya sebesar 1,63%. Di bidang Politik, Belanda yang memiliki nama lengkap Kerajaan Belanda Kingdom of the Netherlands ini menganut sistem pemerintahan Monarki Konstitusional Parlementer yaitu sistem pemerintahan yang kepala negaranya adalah seorang Raja sedangkan kepala pemerintahannya adalah seorang perdana menteri. Ibukota Belanda adalah Amsterdam. Di hubungan luar negeri, Belanda merupakan anggota PBB dan lembaga-lembaga dibawah PBB lainnya, NATO, OECD, Uni Eropa, Interpol dan Paris Club. Belanda merupakan salah satu negara yang pernah menjajah Indonesia dan baru mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Namun sekarang Belanda telah mengakui Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Berikut ini adalah profil negara Belanda Nama Lengkap Kerajaan Belanda Kingdom of Netherlands Nama Lokal Koninkrijk der Nederlanden Bentuk Pemerintahan Monarki Konstitusional Parlementer Kepala Negara Raja WILLEM-ALEXANDER sejak 30 April 2013 Kepala Pemerintahan Perdana Menteri Mark RUTTE sejak 14 Oktober 2010 Ibukota Amsterdam Luas Wilayah km2 Jumlah Penduduk jiwa 2020 Pertumbuhan Penduduk 0,37% 2020 Angka Kelahiran 11 bayi per 1000 penduduk 2020 Bahasa Resmi Belanda Dutch Agama Katolik Roma 28%, Protestan 19%, Agama lainnya 11%, tidak beragama 42% Mata Uang Euro EUR Hari Nasional 27 April 1967 Hari Raja / Hari Kelahiran Raja Lagu Kebangsaan “Het Wilhelmus” The William Kode Domain Internet .nl Kode Telepon 31 Pendapatan Per Kapita US$ Pendapatan Domestik Bruto Nominal US$ 924,4 miliar Lokasi Benua Eropa Lambang Negara dan Bendera Belanda Pembagian Wilayah Administrasi Belanda Secara Administratif, Belanda dibagi atas 12 Provinsi. Berikut ini adalah 12 Provinsi di Kerajaan Belanda beserta ibukotanya. No. Negara Bagian Ibukota 1 Zeeland Middelburg 2 Utrecht Utrecht 3 South Holland The Hague 4 Overijssel Zwolle 5 North Holland Haarlem 6 North Brabant s-Hertogenbosch 7 Limburg Maastricht 8 Groningen Groningen 9 Gelderland Arnhem 10 Friesland Fryslân Leeuwarden 11 Flevoland Lelystad 12 Drenthe Assen Sumber referensi data-data profil negara Belanda ini dikutip dari CIA World Factbook.
Pada era Hinda Belanda, desain lambang kota diperoleh dari sayembara. Hai gen XYZers, setiap daerah kota, kabupaten, atau provinsi di Indonesia memiliki lambang daerah coat of arms masing-masing. Lambang daerah tersebut menggambarkan kondisi lingkungan, sejarah, karakteristik, dan atau cita-cita yang ingin dicapai daerah bersangkutan. Lambang Kota adalah sesuatu yang dapat dikatakan sebagai sebuah simbol yang mencerminkan nilai-nilai yang terkandung di dalam masyarakat kota tersebut. Dengan adanya sebuah lambang, suatu kota memiliki identitas yang membedakan satu kota dengan kota lainnya. Nah, tahukah kamu bahwa lambang daerah Kota Sukabumi yang kita cintai ini ternyata sudah mengalami beberapa kali perubahan lho, Gaess. Lambang Kota Sukabumi yang sekarang kita kenal dengan tameng dan kujangnya ternyata berbeda dengan lambang yang dulu digunakan pada masa Hindia Belanda. Lambang kota ini sudah mengalami perjalanan sejarah dari masa penjajahan ke masa merdeka meskipun tidak menghilangkan ciri khas yang pernah ada yaitu teh dan padi yang pernah menjadi komoditas terbaik pada masanya. Kemiripan ini dipertahankan bukan karena meniru buatan Belanda, tetapi memang nilai yang terdapat di dalam lambang tersebut sesuai Kota Sukabumi. Berikut lima fakta menarik ihwal sejarah perjalanan lambang Kota Sukabumi. 1. Lambang Kota Sukabumi awal dibuat sebagai materai Pada awalnya Kota Sukabumi belum mempunyai lambang kota resmi, mengingat Sukabumi saat itu masih berupa ibukota afdeling, sebuah bagian dari regentschap Tjiandjoer. Lambang yang kemudian beredar tahun 1900-an adalah sebuah tameng dengan mahkota yang melambangkan kekuatan kerajaan Belanda di Hindia, dilengkapi lambang teh dan padi yang melambangkan komoditas utama Sukabumi. Lambang ini masih berwarna hitam putih, hanya latar belakang padi bergaris. Namun, sekira 1920, pasca ditingkatkan status Kota Sukabumi menjadi gemeente, sebuah perusahaan kopi tanpa kafein dari Jerman, Kaffee-Handels-Aktiengesellschaft Koffie Hag, mengeluarkan desain emblem dan lambang-lambang kota sebagai materai atau segel. Lambang ini masih berupa tameng dengan padi dan teh, yang membedakan adalah desain sudah berwarna lengkap dengan tulisan Koffie Hag, namun tanpa mahkota. Padi yang melambangkan kemakmuran dicantumkan pada dasar tameng biru melambangkan kewibawaan atau keningratan bangsa Belanda, sedangkan teh di atas warna putih yang melambangkan ketulusan bangsa Hindia Belanda mengabdi kepada bangsa Belanda. Segel ini digunakan sebagai jaminan bahwa suatu barang tersebut aman sampai tujuan. Segel pun dimaksudkan sebagai tanda resmi yang bisa berupa perangko maupun materai. Hal ini terkait degan keluarnya Dekrit Kerajaan pada 23 April 1919 Nederlandsch Staadtschrift no. 181, yang mengatur masalah masalah lambang kota untuk Belanda. Lambang Kota Sukabumi ini berkembang sejak 1905 hingga 1930. BACA JUGA Prasasti Jayabhupati bukti peradaban tinggi Sukabumi dan 5 fakta raja Sunda Upaya mengembalikan kemasyhuran Sari Oneng Parakansalak ke Sukabumi Tumbuhan dari Khayangan dan kisah herois romantis di balik berdirinya Kota Sukabumi 2. Desain lambang kota diperoleh dari sayembara Kondisi tanpa lambang resmi ini terus berlangsung hingga status gemeente Kota Sukabumi berubah menjadi Stadgemeente, setingkat lebih tinggi. Pada 14 Mei 1927, seiring diangkatnya Burgemeester Rambounett muncul pengumuman sayembara desain lambang kota. Pengumuman ini disebarkan melalui koran dan paling lambat dikumpulkan 31 Agustus 1927 dengan disegel dalam amplop tertutup. Desain akan dinilai sebuah komisi dari Arsip Nasional, Balai Arkeologi, dua anggota dewan, dan Walikota dengan hadiah ke-1. F200, 2. F100, 3. F50. Pemberian hadiah akan diberikan sesudah lambang kota resmi digunakan, sementara desain yang diajukan akan menjadi milik kota. Pada 10 September 1927, tim panitia menilai 25 desain yang diajukan untuk lambang kota, dan meloloskan lambang dengan perisai biru dan mahkota antik. Di atas perisai, sebuah padi dan cabang semak teh yang ditambah dua ekor singa. Perisai berwarna biru azure, dengan lambang singa bermahkota di tengah. Singa merupakan lambang negara Belanda, De Nederlandse Leeuw, yang dianggap sebagai kekuatan, keberanian dan juga ketinggian martabat. Di bawahnya ditambah pita dengan tulisan Gemeente Soekaboemi. Sukabumi mengirimkan hasil sayembara dengan hasil pemenang pertama perancang Dirk Rühl, dari Bandoeng. Lambang yang didesain tetap menggunakan perisai dengan latar biru dan putih ditambah dengan mahkota antik di atas perisai sebuah padi dan cabang semak teh dengan dua singa. Juara kedua diraih Tn. Marcella dari Batavia, sementara pemenang hadiah ketiga tidak menyebutkan nama, tetapi alamatnya di Weltevreden. Ketiga hasil tersebut kemudian diberikan masukan oleh F. D. K. Bosch dari Balai Arkeologi dan kemudian kepala arsip, A. Bloys v. Treslong Prins – dari Departemen Dalam Negeri juga memberi masukan. Lambang Kota Soekaboemi kemudian ditetapkan pada rapat dewan tanggal 7 November 1927, dengan uraian sebagai berikut Perisai dengan dasar biru bergambar padi, dasar perak dengan gambar semak teh. Di atas perisai sebuah mahkota emas antik dengan 5 mutiara, perisai dipegang oleh dua singa emas bertanduk merah dan dipaku. Pita biru, dengan nama Soekaboemi dengan huruf S merah dan huruf-huruf emas lainnya. Mahkota yang ditempatkan di atas senjata adalah mahkota Jonkerheer. 3. Lambang Kota Sukabumi masa Kolonial ditambah Singa dan Mahkota Pada 24 September 1928, sebuah surat kolektif dikirim dari pusat ke semua Kepala Kotamadya di Hindia Belanda, yaitu instruksi untuk membuat lambang-lambang kota. Hl ini mengacu pada Bab 6 atau 12 dari Konstitusi India, diumumkan, bahwa ketentuan 7-9-2B Lembaran Resmi No. 394 untuk dibuat lambang-lambang kota. Selain itu, deskripsi harus diserahkan dalam rangkap dua, gambar dengan warna senjata yang diinginkan, serta penjelasan pertimbangan atas dasar yang diinginkan senjata atau modifikasinya. Kota Sukabumi mengirimkan hasil rapat dewan kepada pemerintah untuk dimintai persetujuan. Pada 24 Juni 1929 datang surat edaran dari Kepala Desentralisasi yang menetapkan bahwa menurut pendapat Hoogen Raad van Adel, demi kepentingan keseragaman di Hindia Belanda. lambang harus dipertimbangkan, untuk menggunakan “mahkota tiga daun dan dua mutiara”, seperti lambang yang biasa digunakan oleh Belanda. Pada Agustus 1930, pita di bawah senjata hanya untuk motto, bukan nama kota sehingga harus dihilangkan, alhasil lambang tersebut dapat secara otomatis memperoleh persetujuan pemerintah. Melalui besluit 14 Oktober 1930, dewan kota memosisi ulang senjata, sesuai dengan instruksi pemerintah, sehingga deskripsi menjadi perisai dengan warna biru bergambar padi emas, dasar perak bergambar cabang tanaman teh dalam warna alami. Perisai dinaungi dengan mahkota emas tiga daun dan dua mutiara, dipegang oleh dua singa emas, berlidah dan dipaku tenggorokan. Pengajuan tersebut kemudian disetujui pemerintah dan tercatat dalam Locale Belangen 16 Agustus 1931 serta Nederlandsch Indisch Gemeente Wapens Geschiedenis Legenden en Besluiten karya Dirk Ruhl 1933. Namun dalam penggunaan untuk kepentingan tertentu seperti peringatan kelahiran Raja Willem tahun 1933, hanya perisai berlambang padi dan teh yang digunakan. Lambang ini kemudian dibuat dalam bentuk logam dan dipasang di atas Balaikota saat peresmian penggunaan Balaikota stadhuis pada 22 februari 1934. Kemudian saat Rambounett digantikan oleh Ouwenkerk, lambang Soekaboemi ditempatkan di berbagai ruang publik, seperti di kedua sisi jalan akses gereja, pasar, pekerjaan kantor kota dan lain-lain. 4. Perubahan pasca-merdeka Lambang kota ini tidak menjadi perhatian ketika Jepang masuk hingga bangsa Indonesia memproklamirkan diri. Semua pihak termasuk pejabat publik di Sukabumi fokus kepada kegiatan perjuangan hingga akhirnya melalui Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Bung Karno kemudian menggelorakan semangat kemerdekaan dengan anjuran untuk mengganti simbol-simbol kolonial, salah satunya adalah lambang kota. Pada 1953 DPRD Kota Kecil Sukabumi melakukan rapat membahas mengenai lambang kota sebagai pengganti lambang kota masa kolonial. Lambang dengan dua singa dan mahkota dianggap masih mencirikan simbol penjajahan. Hasil rapat ditetapkan pada tanggal 20 Oktober 1953 melalui surat no 27/1953/DPRD dan diajukan kepada pemerintah pusat yaitu Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Rekomendasi kemudian dikirim kepada Presiden melalui surat tertanggal 6 Agustus 1954. Akhirnya penetapan itu disetujui dan keluarlah Peraturan Presiden No 216 tahun 1954 yang menyetujui secara resmi penggunaan lambang tersebut. Namun, belum diketahui apakah rupa lambang tersebut sama seperti yang kita kenal sekarang atau ada yang berubah. 5. Lambang Paling Kini menggunakan padi dan teh ditambah Kujang Sebuah lambang hakikatnya harus memiliki filosofi dan kerangka dasar berupa konsep dengan tujuan melahirkan sifat yang berdiri sendiri atau mandiri. Lambang akan mudah dikenal oleh penglihatan atau visual, seperti ciri khas berupa warna dan bentuk logo tersebut. Lambang Kota Sukabumi saat ini diputuskan dalam Peraturan Daerah Kotamadya Sukabumi Nomor 12 Tahun 1993 Tentang Lambang Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Sukabumi. Lambang tersebut menggunakan perisai/tameng yang melambangkan Ketangguhan Fisik dan Mental, kemudian lambang didominasi warna hijau sebagai Perlambangan Kesuburan dan Kemakmuran. Kemudian ada juga bintang segi lima sebagai Perlambang Pancasila yang merupakan Dasar Negara Republik Indonesia. Kujang Senjata Pusaka Luhur Bangsa Indonesia di Daerah Pasundan ditematkan di tengah sebagai Lambang Keberanian. Setangkai Padi dan Teh masih tetap digunakan karena mempunyai nilai-nilai sebagai perlambang ketentraman dan perdamaian. Lambang ini diberi pemanis dengan pita merah putih sebagai perlambang Kebangsaan Indonesia. Sementara motto Reugreug Pageuh Rapeh Rapih diartikan sebagai Tangguh, Kukuh, Aman, Tentram dan Bersatu.
negara belanda membuat standar dengan lambang